MAKALAH
STRATEGI
PEMBELAJARAN PAI
“ Berbagai Pendekatan Didalam Pembelajaran “
Dosen
pembimbing : Drs, Azrul, S.ag., M.PdI
Disusun oleh :
ELIS MIARTI
Nim :
T. PAI. 1. 2012. 037
MASKINA
Nim : T.
PAI. 1. 2012. 038
M. MABRUR
Nim : T.PAI. 1. 2012. 028
Lokal
IV A
Jurusan
Tarbiyah
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
SYEKH MAULANA QORI BANGKO
TAHUN 2014
KATA PENGANTAR
Alhamduliilahirobbil’alamin, penulis
memuji syukur kehadirat Allah SWT karena sampai detik ini Allah SWT masih
bermurah hati memberikan segala karunia-Nya sehangga penulis dapat
menyelesaikan makalah “Berbagai
Pendekatan Didalam Pembelajaran” yang disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Strategi
Pembelajaran Pai.
Salam sejahtera semoga tetap
tercurahkan pada nabi Muhammad SAW sebagai Rahmatan Lil’alamin. Semoga kelak
kita menjadi salah satu umatnya yang mendapatkan syafa’at dari beliau. Amin, Ya
Robbal’alamin.
Pada kesempatan kali ini penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan
bantuan baik dari segi moril maupun materil dan yang secara langsung maupun
tidak langsung Sebagai hamba Allah Swt, penulis yakin bahwa makalah ini jauh
dari sempurna. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi memperoleh hasil yang lebih
baik dikesempatan mendatang.
Bangko, 2014
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Dalam kegiatan
belajar mengajar sangat diperlukannya interaksi antara guru dan murid yang
memiliki tujuan. Agar tujuan ini dapat tercapai sesuai dengan target dari guru
itu sendiri, maka sangatlah perlu terjadi interaksi positif yang terjadi antara
guru dan murid. Dalam interaksi ini, sangat perlu bagi guru untuk membuat
interaksi antara kedua belah pihak berjalan dengan menyenangkan dan tidak
membosankan. Hal ini selain agar mencapai target dari guru itu sendiri, siswa
juga menjadi menyenangkan dalam kegiatan belajar mengajar, serta lebih merasa
bersahabat dengan guru yang mengajar.
Sehingga dalam mengajar diperlukan pendekatan dalam
pembelajaran , guru harus
pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana, bukan sembarangan yang
bisa merugikan anak didik. Pandangan guru terhadap anak didik akan menentukan
sikap dan perbuatan.
Ada beberapa
pendekatan yang diajukan dalam pembicaraan ini dengan harapan dapat membantu
guru dalam memecahkan berbagai masalah dalam kegiatan belajar mengajar.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
Pengertian Pembelajaran ?
2.
Apa
Pengertian Pendekatan dalam Pembelajaran ?
3.
Apa
saja Jenis-Jenis Pendekatan dalam Pembelajaran ?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pembelajaran
Pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan, didalamnya
terjadi interaksi antara berbagai konsumen, yaitu guru, siswa, dan materi
pelajaran atau sumber belajar. Interaksi antara ketiga komponen utama ini melibatkan sarana dan
prasarana seperti metode, media dan penataan lingkungan tempat belajar
sehingga tercipta suatu proses
pembelajaran yang memungkinkan tercapainya tujuan yang telah direncanakan.[1]
Reigeluth
mengemukakan bahwa pembelajaran merupakan salah satu sub sistem dari sistem
pendidikan, disamping kurikulum, konseling, administrasi, dan evaluasi.
Yusufhadi
Miarso berpendapat bahwa pembelajaran adalah suatu usaha yang disengaja,
bertujuan, dan terkendali agar orang lain belajar atau terjadi perubahan relatif menetap pada diri orang
lain.
Smith dan ragan
menyatakan bahwa pembelajaran adalah desain dan pengembangan penyajian
informasi dan aktifitas-aktifitas yang diarahkan pada hasil belajar tertentu.
Uraian diatas,
tampaklah bahwa pembelajaran bukan dititik beratkan pada “apa yang dipelajari” melainkan pada
“bagaimana membuat pembelajar mengalami proses belajar, yaitu cara-cara yang
dilakukan untuk mencapai tujuan yang berkaitan dengan cara pengorganisasian
materi , cara penyampaian pelajaran, dan cara mengelola pembelajaran.[2]
B.
Pengertian
Pendekatan Dalam Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran merupakan titik tolak atau sudut pandang
kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang
terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi,
menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan
teoretis tertentu.[3] Pendekatan
Pembelajaran juga merupakan suatu himpunan asumsi yang saling berhubungan dan
terkait dengan sifat pembelajaran.[4]
Pendekatan dalam
pembelajaran secara umum dibagi menjadi dua, yaitu:
1.
Pendekatan
yang berorientasi pada guru ( teacher centered approaches )
2.
Pendekatan
yang berorientasi pada siswa ( student centered approaches ).[5]
C.
Jenis-Jenis
Pendekatan dalam Pembelajaran
a)
Pendekatan
Individualistis
Pendekatan individualistis
dalam proses pembelajaran, adalah sebuah pendekatan yang bertolak pada asumsi
bahwa peserta didik memiliki latar belakang perbedaan dari segi kecerdasan,
bakat, kecendrungan, motivasi, dan sebagainya.
Perbedaan
individual anak didik tersebut memberikan wawasan kepada guru bahwa strategi
pengajaran harus mamperhatikan perbedaan anak didik pada aspek individual ini.
Dengan kata lain, guru harus melakukan pendekatan individual dalam strategi
belajar mengajamya.
Bila tidak,
maka strategi belajar tuntas atau mastery learning yang menuntut penguasaan
penuh kepada anak didik tidak pemah menjadi kenyataan. Paling tidak dengan
pendekatan individual dapat diharapkan kepada anak didik dengan tingkat
penguasaan optimal.
Pendekatan
individual mempunyai arti yang sangat penting bagi kepentingan pengajaran.
Pengelolaan kelas sangat memerlukan pendekatan individual ini. Pemilihan metode
tidak bisa begitu saja mengabaikan kegunaan pendekatan individual, sehingga
guru dalam melaksanakan tugasnya selalu saja melakukan pendekatan individual
terhadap anak didik di kelas. Persoalan kesulitan belajar anak lebih mudah
dipecahkan dengan menggunakan pendekatan individual.
Namun demikian,
pendekatan ini selain memiliki manfaat dan keuntungan, juga tidak terlepas dari
kekurangan. Pendekatan individualistis mengharuskan seorang guru memberikan
perlakuan yang berbeda-beda pada setiap peserta didik, Keadaan ini amat
menyulitkan jika jumlah peserta didiknya cukup banyak, maka juga akan memakan
waqtu yang cukup banyak pula.
b)
Pendekatan
Kelompok
Pendekatan
Kelompok adalah sebuah pendekatan yang didasarkan pada pandangan, bahwa pada
setiap peserta didik terdapat perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan yang
antara satu dan lainnya.
Selain itu,
Pendekatan Kelompok ini juga didasarkan pada asumsi, bahwa setiap anak didik
memiliki kecendrungan untuk berteman dan berkelompok dalam rangka memperoleh
pengalaman hidup dan bersosialisasi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Secara lebih
khusus lagi, bahwa kedekatan antara individu dalam kelompok sangat ditentukan
oleh :
1.
Perasaan
diterima dan disukai teman-teman
2.
Tarikan
kelompok
3.
Teknik pengelompokan
oleh guru.
4.
Partisipasi/keterlibatan dalam kelompok serta Penerimaan tujuan kelompok
dan persetujuan dalam cara mencapainya.
Sebagaimana
halnya dalam pendekatan individual seperti dikemukakan diatas, pendekatan
kelompok juga memiliki kelebihan dam kekurangan. Kelebihan pendekatan kelompok
ini antara lain dapat melakukan penghematan dalam penggunaan ruang kelas, waktu
dan sumber daya manusia. Selain itu pendekatan kelompok juga dapat membangun
keakraban diantara peserta didik, mengikis sikap egoisme, tercipta rasa saling
tolong menolong dan menimbulkan persaingan yang sehat.
Sedangkan dari
segi kelemahannya, Pendekatan Kelompok ini memungkinkan terjadinya keadaan
dimana seorang guru tidak dapat melakukan bimbingan secara menyeluruh dengan
adil, dan merata, mengingat jumlah peserta didik yang terlalu banyak, kurang
memberikan kesempatan kepada yang lebih cerdas dan kreatif untuk
menyelesaikan pelajaran terlebioh
dahulu. Dan pencapaian materi pelajaran kurang terkontrol.[6]
c)
Pendekatan
Campuran (Variasi)
Dalam
belajar, anak didik mempunyai motivasi yang berbeda. Pada satu sisi anak didik
mempunyai motivasi yang rendah, tetapi pada saat lain anak didik mempunyai
motivasi yang tinggi. Anak didik yang satu bergairah belajar, anak didik yang
lain kurang bergairah belajar. Sementara sebagian besar anak belajar, satu atau
dua orang anak tidak ikut belajar. Mereka duduk dan berbicara
(berbincang-bincang) satu sama lain tentang hal-hal lain yang terlepas dari
masalah pelajaran.
Dalam
mengajar, guru yang hanya menggunakan satu metode biasanya sukar menciptakan
suasana kelas yang kondusif dalam waktu yang relatif lama. Bila terjadi
perubahan suasana kelas, sulit menormalkannya kembali. Ini sebagai ada tandanya
gangguan dalam proses belajar mengajar.
Akibatnya,
jalannya pelajaran menjadi kurang efektif, efisiensi, dan efektivitas
pencapaian tujuan pun jadi terganggu. Disebabkan anak didik kurang mampu
berkonsentrasi.metode yang hanya satu-satunya dipergunakan tidak dapat
diperankan, karena memang gangguan itu terpangkal dari kelemahan metode
tersebut. Karena itu, dalam mengajar kebanyakan guru menggunakan beberapa
metode dan jarang sekali menggunakan satu metode.
Permasalahan
yang dihadapi oleh setiap anak didik bervariasi, maka pendekatan yang digunakan
pun akan lebih tepat dengan pendekatan bervariasi pula. Pendekatan bervariasi
bertolak dari konsepsi bahwa permasalahan yang dihadapi oleh setiap anak didik
dalam belajar bermacam-macam. Kasus yang biasanya muncul dalam penagajaran dengan
berbagai motif, sehingga diperlukan variasi teknik pemecahan untuk setiap
kasus. Maka kiranya pendekatan bervariasi ini sebagai alat yang dapat guru
gunakan untuk kepentingan pengajaran.[7]
d)
Pendekatan
Edukatif
Dalam pendidikan dan pembelajaran, apapun yang dilakukan guru adalah
bertujuan untuk mendidik, bukan karena motif-motif lain, seperti dendam,
kekuasaan, ingin di takuti, dan sebagainya. Maka dari itu akan kurang arif dan
bijaksana bila menggunakan kekuasaan, karena hal itu bisa merugikan pertumbuhan
dan perkembangan kpribadian anak didik.
Pendekatan
yang benar bagi guru adalah melakukan pendekatan edukatif. Setiap tindakan,
sikap, dan perbuatan yang guru lakukan harus bernilai pendidikan, dengan tujuan
untuk mendidik anak didik agar menghargai norma hukum, norma susila, norma
sosial dan agama.
Semua
pendekatan yang dilakukan guru harus benilai edukatif, dengan tujuan mendidik.
Selain pendekatan yang di sebut di depan, ada lagi pendekatan-pendekatan lain.
Berdasarka kurikulum atau Garis-garis Besar Program Pengajaran (GBPP)
Pendidikan Agama Islan SLTP Tahun 1994 disebut lima macam pendekatan untuk untuk pendidikan Agama Islam, yaitu pendekatan pengalaman, pendekatan
pembiasaan, pendekatan emosional, pendekatan rasional, pendekatan fungsional
dan pendekatan keagamaan. Kelima macam pendekatan ini diajukan karena
pendidikan agama islam disekolah umum dilaksanakan melalui kegiatan intra dan
ekstra kurikuler yang satu sama lainnya saling menunjang dan saling melengkapi.[8]
J Pendekatan Pengalaman
Adalah sebuah
pendekatan yang memberikan pengalaman-pengalaman kepada peserta dalam rangka
penanaman nilai-nilai keagamaan. Dengan Pendekatan ini peseta didik diberi
kesempatan, untuk mendapatkan pengalaman mengamalkan agama.
J
Pendekatan
Pembiasaan
Adalah sebuah
pendekatan yang memberikan kebiasaan bagi anak didik untuk melakukan perbuatan
yang baik dan terpuji, dengan cara mengajak mereka membiasakan melakukan suatu
kegiatan tanpa harus menjelaskannya secara rasional terhadap apa yang
diperbuatnya.
J
Pendekatan
Emosional
Adalah pendekatan yang diarahkan pada upaya menumbuhkan perasaan
yang positif pada anak didik, seperti perasaan senasib sepenanggungan, persaan
taat menjalankan agama dan takut berbuat dosa, persaan menghargai dan
menghormati orang lain, perasaan menghargai prestasi dan kemajuanyang dicapai
orang lain. Perasaan atau emosi adalah merupakan adalah sesuatu yang amat
sensitif, ia akan memberikan tanggapan (respons) bila ada
rangsangan (stimulus) dari luar
diri seseorang.
J
Pendekatan
Rasional
Adalah sebuah
Pendekatan dalam membentuk kepribadian anak didik dengan cara memberikan
pemahaman yang benar dan tepat tentang sesuatu perbuatan yang akan
dikerjakannya. Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan memberikan ceramah
tentang topik yang menarik dan dapat dicerna oleh kemampuan akal anak didik.
Pendekatan Rasional dalam pendidikan ini dapat pula dilakukan secara integrated
antara pelajaran agama dan pelajaran lainnya.
J
Pendekatan
Fungsional
Adalah sebuah pendekatan yang didasarkan pada asumsi bahwa setiap
ilmu pengetahuan yang diajarkan selain memiliki nilai akademis, juga nilai
praktis serta dapat mengarahkan anak didik agar dapat menerapkan dari setiap
ilmu yang dipelajarinya . Dengan cara demikian, setiap ilmu yang dipelajari
bukan semata-mata untuk kepentingan ilmu itu sendiri, melainkan untuk
kepentingan hidup manusia.
J
Pendekatan
Keagamaan
Adalah sebuah pendekatan yang berupaya menumbuhkan sikap keagamaan
yang terdapat dalam diri anak didik yang tercermin dalam ucapan, perbuatan dan
penghayatannya dalam kehidupan sehari-hari. [9]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pendekatan
pembelajaran dapat berarti titik tolak atau sudut pandang terhadap proses
pembelajaran atau merupakan gambaran pola umum perbuatan guru dan peserta didik
di dalam perwujudan kegiatan pembelajaran, yang berusaha meningkatkan
kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa dalam pengolahan
pesan sehingga tercapai sasaran belajar.
Jenis-jenis
pendekatan dalam pembelajaran:
a. Pendekatan individual
b. Pendekatan kelompok
c. Pendekatan bervariasi
d. Pendekatan edukatif
e. Pendekatan pengalaman
f. Pendekatan kebiasaan
g. Pendekatan
Emosional
h. Pendekatan
Rasional
i. Pendekatan
Fungsional
j. Pendekatan
Keagamaan
B.
Kritik Dan Saran
Demikian yang
dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah
ini , tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan karna terbatasnya
Pengetahuan dan kurangnya rujukan dan referensi , penulis berharap kapada para
pembaca yang budiman memberikan kritik dan saran yang membangun guna
kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Heri Gunawan, Kurikulum dan Pembelajaran pendidikan agama islam,
2012, Bandung : Alfabeta, hal 108
[2] Martinis
Yamin, Strategi & Metode dalam Model Pembelajaran, 2013, Jakarta: GP
Press Group, hal 15-16
[3] http://citratyas.wordpress.com/2012/01/08/pendekatan-metode-strategi-dan-teknik-pembelajaran-pendidikan/
[5] Rusman, Deni kurniawan, Cepi riyana, Pembelajaran berbasis
Teknologi informasi dan komunikasi, 2012, Jakarta: Raja wali pers, hal 45
[6] Abuddin nata, Perspektif Islam tentang strategi pembelajaran,
2009, Jakarta : Kencana , hal 152-158
[7] http://shipvietz.blogspot.com/2012/11/resume-berbagai-pendekatan-dalam.html
[8]
http://kampusmadya.blogspot.com/2013/09/makalah-berbagai-pendekatan-dalam.html
[9] Abuddin nata, Perspektif Islam tentang strategi pembelajaran,
2009, Jakarta : Kencana , hal 163-171
Tidak ada komentar:
Posting Komentar