MAKALAH
Psikologi Pendidikan
“ Transfer
Belajar “
Dosen pembimbing : Hindun,
S.Ag., M.PdI
Disusun oleh :
ELIS MIARTI
Nim : T. PAI. 1. 2012. 037
Rosmita
Nim : T.
PAI. 1. 2012. 0
Lokal IV A
Jurusan Tarbiyah
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
SYEKH MAULANA QORI BANGKO
TAHUN 2014
KATA PENGANTAR
Alhamduliilahirobbil’alamin, penulis
memuji syukur kehadirat Allah SWT karena sampai detik ini Allah SWT masih
bermurah hati memberikan segala karunia-Nya sehangga penulis dapat
menyelesaikan makalah “Sejarah dan
Perkembangan filsafat barat dan timur “ yang disusun guna memenuhi tugas mata
kuliah Filsafat Pendidikan.
Salam sejahtera semoga tetap
tercurahkan pada nabi Muhammad SAW sebagai Rahmatan Lil’alamin. Semoga kelak
kita menjadi salah satu umatnya yang mendapatkan syafa’at dari beliau. Amin, Ya
Robbal’alamin.
Pada kesempatan kali ini penulis
mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan
bantuan baik dari segi moril maupun materil dan yang secara langsung maupun
tidak langsung Sebagai hamba Allah Swt, penulis yakin bahwa makalah ini jauh
dari sempurna. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi memperoleh hasil yang lebih
baik dikesempatan mendatang.
Bangko, 2014
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Transfer belajar berarti pemindahan atau pengalihan hasil belajar
dari mata pelajaran yang satu ke mata pelajaran yang lain atau dari kehidupan
sehari-hari diluar lingkungan sekolah. Adanya pemindahan atau pengalihan ini
menunjukkan bahwa ada hasil belajar yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari
maupun dalam memahami materi pelajaran yang lain.
Hasil belajar yang diperoleh dan dapat dipindahkan tersebut, dapat
berupa pengetahuan,kemahiran intelektual, keterampilan motorik atau afektif
.Sehubungan dengan pentingnya transfer belajar maka guru dalam proses
pembelajaran harus membekali si belajar dengan kemampuan-kemampuan yang
nantinya akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, tantangan bagi pengajaran adalah untuk secara
serempak meningkatkan transfer belajar dalam mendukung kegiatan pembelajaran. Untuk melakukan ini, para guru, pertama-tama,
harus memahami hakikat transfer belajar.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa
Pengertian Transfer Belajar ?
2.
Apa
saja teori-teori mengenai Transfer Belajar ?
3.
Apa Prinsip - Prinsip Umum untuk
Memperoleh daya Transfer Belajar ?
4.
Apa Peranan Guru
dalam Meningkatkan Transfer Belajar ?
5.
Apa
saja Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya Transfer Belajar ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Transfer Belajar
Transfer
Belajar adalah sebuah frase yang terdiri dari kata, yaitu Transfer dan Belajar.
Transfer itu sendiri adalah kata pungut dari bahasa inggris, yaitu “transfer”
yang berarti pergantian, serah terima, atau pemindahan. Belajar sebagaimana
telah diketahui adalah serangkaian kegiatan jiwa-raga untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi
dengan lingkungannya yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotor.[1]
Transfer dalam
belajar yang lazim disebut transfer belajar (transfer of learning) itu
mengandung arti pemindahan keterampilan hasil belajar dari satu situasi ke
situasi lainnya. Kata “pemindahan keterampilan” tidak berkonotai hilangnya
keterampilan melakukan sesuatu pada masa lalu karena diganti dengan
keterampilan baru pada masa sekarang . Oleh sebab itu, definisi diatas harus
dipahami sebagai pemindahan pengaruh atau pengaruh keterampilan melakukan
sesuatu terhadap tercapainya keterampilan melakukan sesuatu lainnya.[2]
Adapun
Pengertian Transfer Belajar menurut pendapat Para pakar psikologi adalah
sebagai berikut :
·
Alice
Crow mengatakan bahwa transfer belajar adalah the process of carrying over
habits of thinking , know-ledge, or skill from one learning area to another.
·
Herbert
Sorenson dalam bukunya Psychologi in education menyatakan bahwa transfer
adalah the process by which something learned in one situation is used in
another.
·
William
Clark Traw mengatakan bahwa Transfer in the name for the fact that the
experience of learning in one situation influences learning and performance in
other situasion.
·
Slameto
merumuskan bahwa transfer adalah pengaruh hasil belajar yang telah diperoleh
pada waqtu yang lalu terhadap proses dan hasil belajar yang dilakukan kemudian.[3]
Akan tetapi, tidak selamanya transfer itu terjadi dengan baik
seperti yang telah diuraikan diatas,
transfer dalam belajar ada yang berdampak positif dan ada juga yang negatif.[4]
Sehingga , transfer dapat dibagi dua kategori, yakni transfer positif dan
transfer negatif.
Selanjutnya, menurut Gagne seorang education psycologist (pakar
psikologi pendidikan) yang masyhur, transfer dalam belajar dapat digolongkan
kedalam empat kategori .
1.
Transfer
Positif, yaitu transfer yang berefek baik terhadap kegiatan belajar
selanjutnya.
2.
Transfer
Negatif, yaitu transfer yang berefek buruk terhadap kegiatan belajar
selanjutnya.
3.
Transfer
Vertikal, yaitu transfer yang berefek baik terhadap kegiatan belajar
pengetahuan/keterampilan yang lebih tinggi.
4.
Transfer
Lateral, yaitu transfer yang berefek baik
terhadap kegiatan belajar pengetahuan/keterampilan yang sederajat.
B.
Beberapa
Teori Transfer Belajar
a. Transfer belajar menurut psikologi daya
Menurut psikologi daya teori transfer
adalah teori yang menyatakan bahwa setiap fungsi sebagai akibat mempelajari
bahan tertentu akan tertransfer dalam mempelajari bahan apapun juga, bahkan
kadang-kadang tidak berhubungan dengan bahan latihan tersebut. Contohnya adalah
fungsi pikir akan melakukan fungsinya dengan baik jika dilatih dengan pelajaran
matematika atau ilmu pasti. Penguasaan pelajaran matematika atau ilmu pasti ini
akan mempermudah dalam mempelajari materi pelajaran lain walaupun berbeda
dengan pelajaran.
b.
Teori elemen identik
Edward Thorndike berpendapat bahwa
transfer belajar dari satu bidang ke bidang studi lain atau dari bidang studi
ke kehidupan sehari hari, terjadi berdasarkan adanya unsur unsur yang identik dalam kedua bidang studi itu
atau antara bidang studi di sekolah dengan kehidupan. Oleh karena itu hakekat
transfer adalah pengalihan penguasaan suatu unsur di bidang studi yang satu ke
unsur yang sama di bidang studi lain. Makin banyak unsur yang sama antara
beberapa bidang studi makin besar kemungkinan terjadi transfer belajar positif.
c.
Teori Generalisasi
Charles Judd berpendapat bahwa
transfer belajar lebih berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menangkap
struktur pokok, pola dan prinsip prinsip umum. Apabila peserta didik mampu mengembangkan dan menggeneralisasi
konsep, kaidah, prinsip dan strategi untuk memecahkan masalah suatu bidang
studi, maka peserta didik akan mampu mentransfer konsep, kaidah, prinsip dan
strategi tersebut ke bidang studi lain.[5]
C.
Prinsip - Prinsip Umum untuk Memperoleh daya Transfer
Dalam memperoleh
transfer dalam belajar ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1)
Terjadinya transfer adalah amat tergantung pada metode mengajar, karena di
dalamnya terdapat respons-respons yang dapat ditransferkan. Adapun
respons-respons yang memberi kemungkinan untuk ditransferkan adalah dengan
melalui belajar kaidah-kaidah umum, tehnik-tehnik umum yang lebih efektif dan
melalui belajar sikap-sikap baru tentang dirinya sendiri ” self-concept”,
misalnya mengembangkan kepercayaan diri, menyesuaikan diri, kemauan mencoba,
dll.
2)
Bahan pelajaran yang mempunyai nilai transfer yang tinggi adalah bahan
pelajaran yang ada kemiripannya dengan situasi luar sekolah, akan tetapi yang
sudah disusun dan mengandung pengertian-pengertian umum sehingga ditransfer
pada situasi-situasi yang akan datang. Prinsip-prinsip untuk memperoleh daya
transfer adalah :
§
Mengenal respons-respons umum yang tepat dalam bentuk kaidah umum;
§
Membuat prinsip-prinsip umum itu sehingga dapat dimengerti dengan jelas;
§
Mengarahkan perhatian anak-anak itu ke tempat dimana kaidah-kaidah itu
dapat dipergunakan; dan
§
Memberi kesempatan kepada anak-anak untuk mempraktekkannya ke dalam
situasi-siuasi yang lebih kompleks dan banyak ragamnya.
Prinsip-prinsip
belajar yang telah dibentuk dan diperoleh melalui kejadian dalam kelas akan
sangat menguntungkan dalam proses belajar, dan sekaligus dapat mempertinggi
daya transfer, manakala anak didik besikap positif terhadap kejadian-kejadian
itu, misalnya, rasa simpati pada guru, rasa aman dan bahagia dalam kelas, akan
tetapi juga sangat merugikan dalm proses belajar jika anak didik antipati
terhadap gurunya atau kurang senang pada suatu mata pelajaran tertentu. [6]
D.
Peranan Guru dalam
Meningkatkan Transfer
Kurikulum sekolah
yang telah banyak meyajikan sejumlah mata pelajaran yang untuk dipelajari oleh
anak didik, adalah menuntut sejumlah guru yang masing-masing memegang mata
pelajaran, sesuai dengan keahliannya agar dengan mudah dan jelas menanamkan
pengertian tentang kaidah, prinsip, dalil dalam mata pelajaran tersebut dalam
struktur kognitif anak didik, sehingga hasil belajar dalam mata pelajaran itu
dapat ditransfer untuk memperoleh pengetahuan/ keterampilan dalam mempelajari
mata pelajaran yang lain.
Kesamaan unsur-unsur
tententu dalam mata pelajaran tertentu dapat ditransfer secara timbal balik.
Agar transfer dalam belajar terjadi, prinsip korelasi mutlak diperlukan
jembatan penghubung antara materi pelajaran yang telah dikuasai sebelumnya
dalam mata pelajaran yang berbeda.
Pemberian mata
pelajaran dengan penjelasan yang lebih mendekati realitas kehidupan
sehari-hari, membuat hasil belajar lebih bermakna. Mata pelajaran tidak lagi
dianggap terpisah, tetapi merupakan bagian dari kehidupan. Anak didik tidak
lagi menganggap mata pelajaran sebagai teori tanpa guna, tetapi dianggap
sebagai mata pelajaran yang hasil dari mempelajarinya dapat digunakan untuk
memecahkan berbagai masalah kehidupan di luar sekolah.
Guru harus
menjelaskan bahwa mata pelajaran yang dipelajari di sekolah akan bernilai guna
dalam kehidupan masyarakat. Penguasaan mata pelajaran agama dapat dimanfaatkan
untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT dalam menjalani jembatan
kehidupan yang fana. Penjelasan tentang nilai guna mata pelajaran akan
meningkatkan transfer dalam belajar. Itulah hasil belajar yang produktif, tepat
guna, dan berguna bagi masyarakat dan anak itu sendiri.[7]
E.
Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Timbulnya Transfer Belajar
·
Taraf Intelegensi dan Sikap
Faktor ini berasal dari anak didik dan berkisar pada masalah kapasitas dasar
(kemampuan dasar), sikap, minat belajar dan lain sebagainya. Kapasitas dasar atau kemampuan
anak itu sangat membantu timbulnya transfer belajar. Anak yag pandai cenderung
memiliki transfer yang tinggi.
Siswa yang belajar dengan intensif untuk menggunakan hasil belajarnya (baik
dalam rangka bidang studi maupun di luarnya), yang termotivasi yang merasa
senang dalam belajar di sekolah dan yang mampu mengolah dengan baik dan secara
mendalam, akan jauh lebih siap untuk mengadakan transfer belajar, dibanding
dengan siswa yang kurang termotivasi, kurang senang dan kurang mampu mengolah
dengan baik.
Kemampuan mengolah berkaitan dengan kemampuan belajar, terutama komponen
kemampuan intelektual. Siswa yang berkemampuan intelektual tinggi, lebih mampu
untuk mengolah secara mendalam dan secara menyeluruh dan pada umumnya lebih
mampu pula untuk melihat kelonggaran/kemungkinan mengadakan transfer belajar,
bahkan sebelum tenaga pengajar menunjukkan kemungkinan itu.
·
Metode guru dalam mengajar
Proses belajar di sekolah berlangsung dalam interaksi dengan tenaga yang
mengajar, yang berlangsung dalam kelas dalam proses belajar mengajar. Guru yang
berusaha mengajar dengan fungsional, yaitu menghubung-hubungkan hasil belajar
di bidang studi yang dipegangnya dengan suatu bidang studi yang lain atau
dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan kondisi eksternal
yang menunjang terjadinya transfer belajar.
Usaha yang demikian, untuk sebagian tergantung sikap guru, untuk sebagian
bergantung pada bekal ilmu pengetahuan umum yang dimiliki guru itu.[8]
·
Isi Mata Pelajaran
Hubungan antara mata
pelajaran yang satu dengan yang lain menjadi penengah yang dapat menimbulkan
transfer dalam belajar. Suatu mata pelajaran dapat dikuasai bisa dijadikan landasan
untuk menguasai mata pelajaran lain yang relevan, baik kaidah maupun
prinsip-prinsipnya.[9
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Transfer Belajar Adalah berarti pemindahan atau pengalihan hasil belajar dari mata pelajaran
yang satu ke mata pelajaran yang lain atau dari kehidupan sehari-hari diluar
lingkungan sekolah.
Beberapa Teori Transfer Belajar antara lain sebagai berikut :
§
Transfer belajar menurut psikologi daya.
§ Teori elemen identik
§ Teori Generalisasi
Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya
transfer adalah :
§ Taraf Intelegensi dan Sikap
§ Metode guru dalam mengajar
§ Isi dan metode mata pelajaran
Dalam memperoleh transfer dalam belajar ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan :
§ Terjadinya transfer
§ Bahan pelajaran yang mempunyai nilai transfer yang tinggi.
B.
Kritik Dan Saran
Demikian yang
dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah
ini , tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan karna terbatasnya Pengetahuan
dan kurangnya rujukan dan referensi , penulis berharap kapada para pembaca yang
budiman memberikan kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan makalah
ini.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Syaiful Bahri
Djamarah, Psikologi Belajar,
2008, Jakarta : Rineka Cipta , hal 222
[2] Muhibbin Syah,
Psikologi Pendidikan , 2007, Bandung: Pt Remaja Rosdakarya, hal 167
[3] Syaiful Bahri
Djamarah, Psikologi Belajar,
2008, Jakarta : Rineka Cipta , hal 222-223
[4] M. Ngalim
Purwanto, Psikologi Pendidikan, 2007, Bandung : Pt.Remaja Rosdakarya,
hal 108
[5]
http://srisukopujilestari.blogspot.com/2011/07/transfer-belajar.html
[8]
http://mariabans.blogspot.com/2012/06/transfer-belajar.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar