Senin, 19 Januari 2015

Makalah Media Peembelajaran LKS



PRODUKSI MEDIA PEMBELAJARAN LKS


MAKALAH


Diajukan untuk Melengkapi Syarat-syarat
dalam Mata Kuliah Media Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam





YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM SYEKH MAULANA QORI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
SYEKH MAULANA QORI BANGKO
JURUSAN TARBIYAH
2014


KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah, SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan Makalah ini. Shalawat dan salam buat junjungan kita Nabi Muhammad, SAW serta keluarga dan sahabat juga pengikut beliau yang setia.
Sudah menjadi kewajiban setiap Mahasiswa dalam perkuliahan membuat karya ilmiah dalam bentuk makalah, guna untuk memenuhi tugas sebagai salah satu syarat pada mata kuliah Media Pembelajaran PAI.
Penulis telah memilih suatu judul yang menjadi fokus pembahasan yang dilakukan yaitu Produksi Media Pembelajaran LKS”. Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari dan mengakui bahwa banyak sekali kesulitan-kesulitan yang penulis temui, namun berkat ketekunan, kesabaran, serta atas bantuan, dorongan, bimbingan dan dukungan dari semua pihak, alhamdulillah makalah ini dapat disusun dengan sederhana.
Atas segala bantuan, dorongan, bimbingan dan dukungan yang telah diberikan, penulis mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya, semoga Allah membalasnya yang setimpal. Penulis sangat berharap kritik dan saran yang konstruktif terhadap isi, sistematika dan lain sebagainya yang terkait dengan makalah ini. Akhirnya penulis berharap agar penulisan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi penulis sendiri, amin yaarabbal ‘alamin.
Bangko, ...............................
Penulis,


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pelaksanaan kurikulum harus didukung oleh strategi dan kegiatan belajar mengajar yang sesuai. Penerapan suatu media pengajaran harus ditinjau dari segi keefektifan, keefisienan, karakteristik materi pelajaran dan keadaan siswa. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan alat yang bermanfaat bagi guru terutama untuk memudahkan pemberian tugas, baik yang berupa kegiatan maupun evaluasi, sedangkan bagi siswa bermanfaat terutama sebagai pemandu dalam kegiatan belajar mengajar. Melalui LKS aktivitas dan kreatifitas siswa dalam belajar mengajar dapat ditingkatkan, penyampaian materi pelajaran dapat dipermudah dengan menggunakan LKS.
Bentuk bahan ajar cetak yang dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran adalah Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS merupakan materi ajar yang sudah dikemas sedemikian rupa sehingga siswa diharapkan dapat belajar dengan efektif dan fokus terhadap materi pembelajaran yang sedang dijelaskan oleh guru secara mandiri.
Upaya Pengembangan bahan ajar Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dilakukan dengan secara optimal yang diharapkan dapat membantu proses pembelajaran bagi siswa, karena hasil pembelajaran menggunakan LKS akan dikoreksi oleh guru dan dibahas secara bersama-sama dengan siswa, sehingga dapat memberikan stimulus kepada siswa untuk lebih giat dalam proses belajar dan dapat mencapai ketuntasan dalam pembelajaran siswa.
B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian, fungsi, tujuan, dan kegunaan media pembelajaran LKS?
2.      Apa saja unsur-unsur  dan bentuk media pembelajaran LKS ?
3.      Jelaskan prosedur produksi media pembelajaran LKS?
4.      Bagaimana Mengembangkan dan membuat media pembelajaran LKS?
C.    Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
                     1.      Ingin mengetahui yang dimaksudkan media pembelajaran LKS, Fungsi, tujuan, unsur, serta kegunaannya, 
2.      Ingin mengetahui unsur media pembelajaran LKS
3.      Ingin mengetahui Prosedur dalam memproduksi media pembelajaran LKS
4.      Ingin mengetahui cara mengembangkan dan membuat media pembelajaran LKS
 
     
    BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan kegunaan Media Pembelajaran LKS
a.      Pengertian LKS
Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah lembar kerja yang berisi informasi, perintah/instruksi dari guru kepada siswa untuk mengerjakan suatu kegiatan belajar dalam bentuk kerja, praktek atau dalam bentuk penerapan hasil belajar untuk mencapai suatu tujuan.[1] Didalam Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif, mengungkapkan bahwa LKS merupakan sesuatu bahan ajar cetak berupa lembar-lembar kertas berisi materi, ringkasan, dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang mengacu pada kompetensi dasar yang harus dicapai.[2]
Adapun pengertian LKS menurut para ahli adalah sebagai berikut :
1.      Sutanto (2009:1) mengemukakan LKS Lembar Kegiatan Siswa merupakan materi ajar yang dikemas sedemikian rupa agar siswa dapat mempelajari materi tersebut secara mandiri .
2.      Trianto (2007:73) berpendapat Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembaran berisi tugas yang di dalamnya berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. LKS dapat berupa panduan untuk latihan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan eksperimen dan demonstrasi.
3.      Badjo (1993:8) mengemukakan LKS ialah lembar kerja yang berisi informasi dan perintah/instruksi dari guru kepada siswa untuk mengerjakan suatu kegiatan belajar dalam bentuk kerja, praktek, atau dalam bentuk penerapan hasil belajar untuk mencapai suatu tujuan.[3]
4.      Menurut Dhari dan Haryono (1988) yang dimaksud dengan lembar kerja siswa adalah lembaran yang berisi pedoman bagi siswa untuk melakukan kegiatan yang terprogram. Setiap LKS berisikan antara lain: uraian singkat materi, tujuan kegiatan, alat/ bahan yang diperlukan dalam kegiatan, langkah kerja pertanyaan – pertanyaan untuk didiskusikan, kesimpulan hasil diskusi, dan latihan ulangan.
Jadi, Lembar Kerja Siswa ( LKS) bisa diartikan lembaran-lembaran yang digunakan peserta didik sebagai pedoman dalam proses pembelajaran, serta berisi tugas yang dikerjakan oleh siswa baik berupa soal maupun kegiatan yang akan dilakukan peserta didik.[4]
b.      Fungsi Media pembelajaran LKS
LKS memiliki setidaknya 4 fungsi sebagai berikut :
1.      Sebagai bahan ajar yang bisa meminimalkan peran pendidik, namunlebih mengaktifkan peserta didik.
2.      Sebagai bahan ajar yang mempermudah peserta didik untuk memahami materi yang diberikan.
3.      Sebagai bahan ajar yang ringkas dan kaya tugas untuk berlatih, serta\
4.      Memudahkan pelaksanaan pengajaran kepada peserta didik.
c.       Tujuan Media Pembelajaran LKS
Dalam hal ini, paling tidak ada 4 poin yang menjadi tujuan penyusunan LKS yaitu :
1.      Menyajikan bahan ajar yang memudahkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan
2.      Menyajikan tugas-tugas yang meningkatkan penguasaaan peseta didik terhadap materi yang diberikan
3.      Melatih kemandrian belajar peserta didik, dan
4.      Memudahkan pendidik dalam memberikan tugas kepada pesertadidik.
d.      Kegunaan Media Pembelajaran LKS
Mengenai kegunaan LKS bagi kegiatan pembelajaran, tentu saja ada cukup banyak  kegunaan. Bagi kita selaku pendidik, melalui LKS, kita mendapat kesempatan untuk memancing peserta didik  agar secara aktif terlibat dengan materi yang dibahas. Salah satu metode yang bisa diterapkan untuk mendapatkan hasil optimal dari pemanfaatan LKS adalah metode”SQ3R” atau survey, question, read, recite and review (menyurvei, pertanyaan, membaca, meringkas, dan mengulang).

B.       Unsur-unsur  dan bentuk media pembelajaran LKS
Dari segi struktur Bahan ajar LKS terdiri atas 6 unsur utama, meliputi:
1)      Judul
2)      Petunjuk belajar,
3)      Kompetensi dasar atau materi pokok,
4)      Informasi pendukung,
5)      Tugas atau langkah kerja,  dan
6)      Penilaian.
Sedangkan jika dilihat dari  formatnya, LKS memuat paling tidak 8 unsur, yaitu :
1)      Judul
2)      Kompetensi Dasar yang akan dicapai
3)      Waktu penyelesaian
4)      Peralatan/bahan yang diperlukan untuk penyelesaian tugas
5)      Informasi singkat
6)      Langkah kerja
7)      Tugas yang harus dilakukan dan,
8)      Laporan yang harus dikerjakan.
Dengan mencermati, baik dari segi struktur maupun formatnya, sekarang kita menjadi tahu unsur-unsur yang dibutuhkan untuk penyusunan bahan ajar.
Adapun bentuk-bentuk LKS yang umumnya digunakan oleh peserta didik, antara lain :
1.      LKS yang membantu peserta didik menemukan suatu konsep
LKS jenis ini memuat apa yang harus dilakukan peserta didik, meliputi melakukan, mengamati, dan menganalisis. Oleh karena itu, kita perlu merumuskan langkah-langkah yang harus dilakukan peserta didik, kemudian kita minta peserta didik untuk mengamati fenomena hasil kegiatannya. Selanjutnya, kita berikan pertanyaan-pertanyaan analisis yang membantu peserta didik untuk mengaitkan fenomena yang mereka amati dengan konsep yang akan mereka bangun dalam bentuk.
2.      LKS yang membantu peserta didik menerapkan dan mengintegrasi berbagai konsep yang telah ditemukan
Didalam sebuah pembelajaran, setelah peserta didik berhasil menemukakan konsep, peserta didik selanjutnya kita latih untuk menerapkan konsep yang telah dipelajari tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
3.      LKS yang berfungsi sebagai penuntun belajar
LKS bentuk ini berisi pertanyaan atau isian yang jawabannya ada didalam buku. Peserta didik akan dapat mengerjakakan LKS tersebut jika mereka membaca buku, sehingga fungsi utama LKS ini adalah membantu peserta didik menghafal dan memahami materi pelajaran yang terdapat didalam buku. LKS ini juga sesuai untuk keperluan remidiasi.
4.      LKS yang berfungsi sebagai penguatan
LKS bentuk ini diberikan setelah peserta didik selesai mempelajari topik tertentu. Materi pembelajaran yang dikemas didalam LKS ini lebih mengarahkan pada pendalaman dan penerapan materi pembelajaran yang terdapat didalam buku pelajaran. Selain sebagai pembelajaran pokok, LKS ini juga cocok untuk pengayaan.
5.      LKS yang berfungsi sebagai petunjuk pratikum
Alih-Alih memisahkan petunjuk pratikum kedalam buku tersendiri, kita dapat menggabungkan petunjuk pratikum kedalam kumpulan LKS. Dengan demikian, dalam LKS bentuk ini, petunjuk pratikum merupakan salah satu isi (content) dari LKS.

C.      Prosedur produksi media pembelajaran LKS
Berikut adalah langkah-langkah penyusunan Lembar kegiatan siswa (LKS) menurut Diknas antara lain:
1.      Melakukan Analisis Kurikulum
2.      Menyusun Peta kebutuhan LKS
3.      Menentukan Judul
4.      Penulisan LKS
a.       Merumuskan Kompetensi dasar
b.      Menentukan alat penilaian
c.       Menyusun Materi
d.      Memperhatikan Sruktur bahan ajar

D.      Mengembangkan dan membuat media pembelajaran LKS
Dalam rangka mengembangkan LKS yang “kaya manfaat” maka kita perlu memperhatikan desain Pengembangan dan langkah-langkah pengembangannya. Antara lain :
1.      Menentukan Desain Pengembangan LKS
Adapun batasan umum yang dapat kita jadikan pedoman pada saat menentukan desain LKS adalah sebagai berikut :
a)         Ukuran
b)        Kepadatan Halaman
c)         Penomoran
d)        Kejelasan
2.      Langkah-langkah Pengembangan LKS
a)      Menentukan Tujuan Pelajaran yang akan Di-breakdown dalam LKS
Pada langkah pertama ini, kita harus menentukan desain menurut tujuan pembelajaran yang kita acu. Perhatikan variabel ukuran, kepadatan halaman, penomoran halaman, dan kejelasan.
b)      Pengumpulan Materi
Dalam pengumpulan materi ini, hal yang perlu kita lakukan adalah menentukan materi dan tugas yang akan kita masukkan kedalam LKS. Oleh karena itu pastikan bahwa materi dan tugas yang kita tentukan sejalan dengan tujuan pembelajaran.
c)      Penyusunan Elemen atau unsur-unsur
Pada bagian inilah, saatnya kita mengintegrasikan desain (hasil dari langkah pertama) dengan tugas (sebagai hasil dari langkah kedua).[5]


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
LKS merupakan sesuatu bahan ajar cetak berupa lembar-lembar kertas berisi materi, ringkasan, dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang mengacu pada kompetensi dasar yang harus dicapai.
Salah satu fungsi LKS adalah Sebagai bahan ajar yang bisa meminimalkan peran pendidik, namunlebih mengaktifkan peserta didik, dan Sebagai bahan ajar yang mempermudah peserta didik untuk memahami materi yang diberikan. Tujuan penyusunan LKS yaitu , Menyajikan bahan ajar yang memudahkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi yang diberikan.Dari segi struktur Bahan ajar LKS terdiri atas 6 unsur utama, meliputi: Judul, Petunjuk belajar, Kompetensi dasar atau materi pokok, Informasi pendukung, Tugas atau langkah kerja,  dan Penilaian.
Sedangkan jika dilihat dari  formatnya, LKS memuat paling tidak 8 unsur, yaitu : Judul, Kompetensi Dasar yang akan dicapai, Waktu penyelesaian, Peralatan/bahan yang diperlukan untuk penyelesaian tugas, Informasi singkat, Langkah kerja, Tugas yang harus dilakukan dan,Laporan yang harus dikerjakan.
langkah-langkah penyusunan Lembar kegiatan siswa (LKS) menurut Diknas antara lain: Melakukan Analisis Kurikulum, Menyusun Peta kebutuhan LKS, Menentukan Judul, Penulisan LKS, (Merumuskan Kompetensi dasar, Menentukan alat penilaian, Menyusun Materi, Memperhatikan Sruktur bahan ajar).
Desain Pengembangan dan langkah-langkah pengembangannya. Antara lain :
1.      Menentukan Desain Pengembangan LKS
Adapun batasan umum yang dapat kita jadikan pedoman pada saat menentukan desain LKS adalah sebagai berikut : Ukuran, Kepadatan Halaman, Penomoran, dan Kejelasan.
2.      Langkah-langkah Pengembangan LKS
a.       Menentukan Tujuan Pelajaran yang akan Di-breakdown dalam LKS
b.      Pengumpulan Materi
c.       Penyusunan Elemen atau unsur-unsur

B.     Kritik dan Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini , tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan karna terbatasnya Pengetahuan dan kurangnya rujukan dan referensi , penulis berharap kapada para pembaca yang budiman memberikan kritik dan saran yang membangun guna kesempurnaan makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA

Andi Prastowo, 2011, Panduan Kreatif membuat bahan ajar inovatif, Yogyakarta : DIVA press







[2]Andi Prastowo, Panduan Kreatif membuat bahan ajar inovatif, 2011, Yogyakarta : DIVA press hal  204
[5] Andi Prastowo, Panduan Kreatif membuat bahan ajar inovatif, hal  205- 222

Tidak ada komentar:

Posting Komentar